Liburan kepantai bersama sahabat

Pada minggu kemarin saya dan ke 3 sahabatku menghabiskan waktu libur dipantai .bukan kali ini saja kita menghabiskan waktu bersama tetapi sering kita lakukan apabila ada waktu kosong .Dari segala hal kami lewati di tempat kami anggap rumah idaman kami,tak terlupakan dari segala hal apa yang kita lalui bersama demi menghilangkan rasa pusing di sekolah.maka dengan liburan inilah kami berkumpul bersama untuk menjalani suatu hal yang tak akan kami lupakan.

Aku lebih menikmati ketika berada di bawah pohon kelapa,disitulah kami ingin sekali menaikinya serta menginginkan buah kelapa Di saat itu temanku mengajak bersama² membuat tangga untuk mengambilnya.

Segerrr….rasanya ketika kita bisa menikmati buah kelapa bersama sahabat yg kuanggap saudariku sendiri yang membuatku bersemangat takjub dari keindahan laut,perahu yg melintas,serta sayup angin dan ombak yang membuat kami ingin terus berlibur kesini lagi.

Sejak waktu mulai usai tak terasa sengking terlalu menikmati liburan ini aku dan sahabatku lupa bahwa sebentar lagi senja telah tiba,diwaktu itu aku dan temanku mandi dan bermain air senja . Setelah menikmati liburan dipantai senja pun semakin mulai berlalu,dan waktu itulah aku dan sahabatku menyudahi liburan dan meninggalkan tempat yang kami tunggu di waktu liburan kami.

Itulah cerita kami ber 4 sekian dan terimah kasih

Kampung halaman

Saya akan menceritakan kampung halamanku.

Nama saya Nur Fadila saya lahir di makassar saya anak pertama dari 4 bersaudara,saat ini saya kuliah di UIN Alauddin Makassar.saya sekarang berada di kampung halaman yang berada di perkampungan.lama tak pulang ke kampung membuat saya rindu akan suasa yg ada disini.Entah kenapa hati saya tergerak untuk menuliskan cerita tentang kampung halaman dan masa kanak² dikampung halaman.masa dimana saya menghabiskan waktu bersama alam,tanpa beban,tanpa ini itu pokoknya mau apa saja terserah.

Semua orang pasti mempunyai cerita masing².Dan masing² ceritanya berbeda-beda.karena perjalanan hidup orang itu lain-lain.Ada kalanya yang memiluka.,bahagia,bahkan ada yang membuat fikiran kita down ketika mengingat-ngingat kenangan yang menyedihkan.Yang pasti perjalanan hidup seseorang itu ada dua kemungkinan,bahagia dan sengsara,kaya dan miskin,disukai dan dibenci dan sebagainya.Tapi pasti anda setuju jika saya menyebut perjalanan hidup orang-orang itu adalah perjalanan menuju muara,yakni kematian.

Ada beberapa fenomena menarik di desa saya hendak saya utarakan disini.pertama,di desa saya sekarang lagi hiruk pikuknya pesta demokrasi.Ada pemilihan kepala desa(kades). Calon kades yang akan terpilih nanti ada dua calon.Dan menariknya calon kades tersebut adalah pasangan suami istri kepala desa lama yang saat ini masih menjawab .jadi calonnya ada dua,laki-laki dan perempuan itupun suami istri.Selama ini saya baru menemukan sebuah perebutan kekuasaan pemimpin yang direbutkan oleh pasangan suami istri.Dan ini mungkin hanya didaerah saya(atau mungkin di daerah lain yang tidak saya ketahui).Menurut spekulasi saya ini adalah pemahaman demokrasi yang terlalu dangkal.Memang dalam demokrasi,semua orang baik laki-laki maupun perempuan,kaya ataupun miskin semua berhak untuk ikut andil dalam pesta demokrasi.selagi tidak terjerak kasus hukum atau pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang.Di desa saya yang berminat untuk menjadi kepala desa sangat minim.Mungkin karena jabatan kades terlalu berat, di tambah karakter masyarakat yang sulit di atur.Maka hanya orang² yang memang benar-benar berkompeten yang mau jadi kades.

Selain itu,tanpa menutup-nutupi dan ini sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap pesta demokrasi pasti tidak bisa dilepaskan dari adanya uang.jangankan didesa di kota pun juga demikian.Jadi yang punya uanglag yang berani mencalonkan diri sebagai kades.Karena orang desa yang kebanyakan bukan dari kaum yang berpendidikan tentu pola pikirnya masih rendah .klau tidak diberikan uang mereka pasti tidak akan mau berangkat ke TPS.

Fenomena kedua yaitu orang desa banyak yang dapat pasangan hidup orang desa sendiri.tidak lama tetangga saya baru saja menikah dengan tetangga sendiri,tidak hanya satu orang bahkan ada dua pasangan sekaligus tanpa menafikan bahwa jodoh memang sudah di atur,saya menganggap ini adalah sebuah ketidak terimaan karena mungkin ada ikatan emosional antar kekuarga dan semacam ada paksaan.

Salam dari kampung halaman!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai